Jika tadinya para pelaku bisnis berbondong-bondong untuk beriklan di mesin pencarian, kini mereka berpaling ke media sosial.

Menurut survey eMarketer pada tahun 2013, market share iklan Google sebesar 33,6 persen turun menjadi 31,1 persen pada 2014. Sementara market share untuk iklan Facebook meningkat  dari 5,8 persen pada 2013 menjadi 7,8 persen pada tahun 2014. Iklan tradisional dengan media sosial ternyata lebih canggih karena mampu mendorong traffic dan penjualan. Beriklan dengan media sosial bahkan menawarkan nilai jangka panjang.

Ada tantangan sendiri ketika Anda menggunakan layanan media sosial. Agak sulit untuk memicu respon emosional terhadap produk tersebut, user baru akan mencari tahu info mengenai sebuah produk melalui mesin pencari ketika sudah menemukan apa yang hendak ia beli.

Iklan yang tampil di sosial media menciptakan konten visual yang mendorong konsumen untuk menekan tombol klik dan share sehingga pemasaran menyebar dengan sendirinya. Di samping itu ada beberapa kekuatan lain dari iklan sosmed dibanding iklan dengan mesin pencarian. Apalagi jika iklan tersebut berkonsep sosial yang mampu memancing emosi dan rasa ingin tahu dari para pengguna internet, itu bisa menjadi nilai plus yang lebih berpeluang untuk meraih sukses.

Iklan media sosial dapat meningkatkan traffic

Jika beriklan di mesin pencarian Anda hanya mendapatkan klik berbeda dengan beriklan di media sosial. Tak hanya klik yang bisa diperoleh tetapi juga bisa menjadi viral.   Dengan begitu secara tak sadar telah membuat orang sadar terhadap kampanye bisnis Anda. Semakin banyak orang yang menyukai iklan Anda kemudan membagikannya, maka semakin tinggi engagement dan ekuitas brand. Engagement dan ekuitas brand inilah yang memacu traffic meningkat dan meningkatkan omset.

Iklan di media sosial berpotensi terhadap hubungan jangka panjang

Ketika Anda memosting gambar-gambar produk yang menarik ditambah dengan informasi yang unik, maka bukan tidak mungkin ini akan memicu pengguna internet lainnya untuk terus mengikuti akun bisnis Anda tersebut. Namun, tak sampai di situ saja. Ada nilai konsistensi yang dibutuhkan guna menjaga loyalitas konsumen terhadap bisnis Anda.

Tampilan Produk yang diposting memicu daya beli

Tak hanya Facebook atau Twitter saja media sosial untuk beriklan, tetapi juga instagram dan Pinterest sebagai tempat untuk promosi. Dengan media sosial konsep visual akan mendorong produk kita dilihat oleh lebih banyak orang lainnya. Berbisnis dengan memanfaatkan keindahan konten visual atau audio visual akan membuat seseorang memutuskan untuk segera membeli produk bisnis Anda.