Iklan bagi setiap perusahaan adalah senjata dalam menarik pelanggan. Hakikatnya iklan yang baik adalah iklan yang mampu menciptakan komunikasi persuasif dan berhasil menyampaikan pesan yang terkandung dalam iklan tepat pada sasaran.

Dengan kata lain, iklan adalah sebuah seni membujuk seseorang untuk mengubah pandangannya agar timbul kepercayaan sehingga mau membeli produk tersebut.

Unsur menarik memang wajib dalam setiap iklan, karena iklan tersebut memberi ketertarikan pada khalayaknya dan mendorong untuk membeli produk tersebut. Iklan tak hanya harus menarik tetapi juga harus mampu memengaruhi orang untuk membeli produk tersebut. Banyak iklan yang gagal karena hanya menonjolkan sisi menariknya saja, tetapi tak mampu memengaruhi orang untuk menggunakan produk tersebut.

Para pengiklan harus senantiasa menggali ide kreatif untuk menciptakan iklan yang menarik dan membekas di benak khalayak. Jika kesan baik itu sudah tertanam, maka akan mendorong mereka untuk membeli produk yang diiklankan tersebut di kemudian hari. Untuk itu, ada lima hal yang perlu diperhatikan agar iklan menjadi efektif dan tak hanya sekedar menarik saja. Di antaranya yakni :

Iklan harus berbeda tapi jangan berlebihan. Memang unsur berbeda dengan produk lain harus terkandung dalam sebuah iklan. Tetapi, jangan sampai terlalu berlebihan. Berlebihan di sini adalah iklan yang rasional. Hal seperti ini biasanya dilakukan oleh iklan televisi. Ini adalah suatu strategi  agar iklan terlihat kocak, aneh atau norak tetapi jika pesan yang sampai di pikiran khalayak adalah kesan negative maka ujungnya orang-orang akan malas memperhatikan iklan terebut.

Iklan harus memiliki kunci visual. Kunci visual yang dimaksud di sini adalah iklan tentang keunikan, berbeda dan meiliki karakter yang kuat. Khalayak cenderung lebih cepat mengingat iklan yang terlihat berbeda dari biasanya. Sementara iklan yang  terlihat unik memiliki nilai jual yang tinggi.

Jangan menggunakan seks sebagai kunci visual. Dalam beriklan, Anda juga harus memiliki etika yang baik. Banyak pengiklan yang beranggapan bahwa seksualitas adalah senjata ampuh dalam pemasaran, terlebih lagi jika sasarannya adalah kaum lelaki. Bahkan ada iklan yang tidak berkaitan dengan seks tetapi diisi dengan kalimat-kalimat verbal yang berbau seks.  Iklan seks tersebut mungkin berlaku di Negara-negara yang menganut system  seks bebas, tapi menjadi tidak etis jika iklan tersebut beredar di Indonesia yang menganggap seks sebagai hal yang masih tabu.

Logo harus menonjol dan mudah diingat. Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel-artikel sebelumnya terkait dengan logo yaitu logo harus terlihat menonjol.  Hal ini juga berkaitan dengan kesadaran khalayak atas merek produk yang kita iklankan. Buat logo yang mengandung unsur eye-catching, jika eye-catching khalayak akan langsung mengenali logo tersebut walaupun dari jarak yang jauh.

Hindari iklan yang bermakna ganda. Usahakan bahwa iklan yang Anda rancang hanya memiliki satu kunci visual tetapi harus kuat dan menonjolkan sisi unik. Jika Ada beberapa kunci dalam visualisasi iklan, maka khalayak akan kehilangan fokus terhadap kunci utama iklan tersebut.